Garut, sosioinfo.com||Rumor terjadinya rotasi jabatan bagian keuangan di SMAN 2 Garut, Dadan Hidayat. Tak pelak mematik tanya besar dan kecurigaan di kalangan awak media.
Terlebih dengan munculnya sosok bernama Deden Yosep yang disebut sebut gantikan posisi Dadan yang dikabarkan di mutasi ke Disdik Provinsi Jawa Barat.
Namun isu tersebut belakangan diketahui hanya sebuah kebohongan. Faktanya menurut berbagai sumber Dadan diketahui masih aktif dan menjabat staf TU bagian keuangan di Sekolah yang berlokasi di Leles itu.
Entah apa motivasi yang dihembuskan dengan membuat berita bohong tersebut. Rumor tersebut diketahui dihembuskan langsung oleh Dadan, kala itu. Dirinya akui di mutasi ke Disdik Provinsi gegara adanya laporan ke Kejaksaan atas dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan.
Padahal Dadan diketahui selaku staf TU bagian keuangan yang dipercaya pihak Sekolah. Diantaranya membangun kemitraan dengan sejumlah awak media.
Pasca mencuatnya isu pelaporan Dadan yang disanksi mutasi ke Disdik provinsi. Tugas Dadan sebagian digantikan oleh Deden. Peralihan tugas itu konon kabarnya berimbas pada pemangkasan kemitraan sejumlah awak media.
Kendati isu mutasi Dadan dianggap benar dan beralasan. Namun sejumlah sumber dilingkup SMAN 2 Garut, menyebutkan bahwa Dadan tidak pernah dimutasi dan masih jadi Bendahara.
“Tidak ada mutasi staf TU, pak dadan tidak pernah pindah ke bandung seperti rumor yang beredar. Dia masih tetap di TU bagian keuangan. jabatan Bendahara tetap dipegang pak Dadan. Kalau pak Deden menjabat sebagai Humas” Ungkapnya.
Apapun alasan serta motivasi dihembuskan rumor tersebut. Banyak pihak menilai sebuah kebohongan yan patut dicurigai.
“Pasti ada motivasi hingga kabar bohong itu sengaja dihembuskan. Hal itu tak pantas dilakukan, kecuali ada hal lain yang disembunyikan atas lanjutan pelaporan ke Kejaksaan. Agar tak terendus dan posisi Dadan tetap aman dengan jabatan basah” ungkap Sumber yang enggan ditulis Namanya.
Hingga berita dirilis belum didapat keterangan resmi baik dari Dadan Hidayat ataupun dari Kepala SMAN 2 Garut yang baru terjadi rotasi.
Melalui salah seorang rekan Media, yang memfasilitasi penyampaian ihwal tersebut kepada Dadan Hidayat. Kabarnya Dadah berhasil ditemui di kediamannya, Selasa (17/03/2026).
Celakanya bukan penerimaan yang baik dilakukan Dadan. Menurut rekan media, Dadan hanya menerima di luar gerbang pagar rumahnya. Seraya melontarkan pernyataan ketus.
“Silahkan saja beritakan dan buat rame, karena sebelumnya persoalan ini sudah di hembuskan oleh Jaelani (Wartawan). Saya sudah pusing, ujung ujungnya pasti duit” cetus Dadan seperti dikutip rekan Media.
Pernyataan yang dilontarkan Dadan terkesan arogan, semua persoalan bisa diselesaikan dengan uang sungguh ironis.
Sikap arogan dan tak bersahabat yang dipertontonkan Dadan kepada wartawan, dinilai pelecehan yang dipandang perlu adanya klarifikasi.
Terlebih jabatan Dadan sebagai Bendahara di Sekolah yang miliki murid gemuk dengan pengelolaan anggaran fantastis, patut dicurigai kredibilitasnya.
Rekam jejak Dadan sebagai pengelola keuangan di SMA 2 Garut, disebut sebut sempat menuai kontroversi, dari mulai sikap hingga pengeluaran anggaran yang dicurigai tak rasional hingga jadi sorotan publik dan APH.
Sejauh ini hingga berita di langsir, pihak KCD IX Garut serta Disdik Jabar belum dapat menananggapi hal tersebut.
Demi keberimbangan pemberitaan serta menghindari persepsi negatif dikalangan umum maka diminta keterangan resmi dari pihak berkompeten ihwal tersebut.
***Hen
Bersikap Arogan, Bendahara SMAN 2 Garut Dikabarkan Dilaporkan, Sanksi Mutasi Diduga Hanya Kamuplase













