Pembagian MBG di SMPN 1 Tebing Tinggi Dinilai Tak Sesuai Standar Gizi, Beredar Di Medsos.

oleh -1 Dilihat

Tebing Tinggi,Sosio info.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya unggahan di media sosial terkait pembagian MBG di SMP Negeri 1 Tebing Tinggi, Senin (23/02/2026). Pembagian makanan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rambung dinilai sejumlah pihak tidak sesuai dengan standar makanan bergizi sebagaimana yang diharapkan dalam program nasional tersebut.

Sorotan itu bermula dari unggahan akun Facebook Bang Nugroho yang memperlihatkan menu MBG yang dibagikan kepada para siswa. Dalam postingannya disebutkan bahwa makanan yang diterima siswa berupa susu kemasan 110 ml, satu potong bolu (kue), serta satu buah apel lokal berwarna merah. Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan memicu beragam komentar dari warganet.

Di kolom komentar, banyak netizen mempertanyakan kelayakan kandungan gizi dari menu tersebut. Sebagian menilai komposisi makanan itu belum mencerminkan standar gizi seimbang bagi anak usia sekolah yang sedang dalam masa pertumbuhan. Kritik juga diarahkan pada fungsi pengawasan pelaksanaan MBG di Kota Tebing Tinggi yang dinilai belum berjalan optimal.

Tudingan demi tudingan terus bergulir di media sosial. Rata-rata komentar mengeluhkan bahwa menu yang diberikan belum memenuhi unsur karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral secara proporsional. Warganet menilai, jika benar demikian, maka tujuan program MBG untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan siswa bisa tidak tercapai secara maksimal.

Pemerhati makan bergizi di Tebing Tinggi, Endrasyah, turut menyoroti pembagian MBG oleh SPPG Rambung tersebut. la menyayangkan jika benar makanan yang dibagikan tidak sesuai standar, karena menurutnya program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas generasi muda.

Sangat disayangkan pembagian MBG di SMPN 1 Tebing Tinggi dinilai mencederai niat baik Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran besar untuk program MBG ini, bahkan disebut mencapai Rp1,2 triliun per hari secara nasional. Namun jika di lapangan masih ada SPPG yang bermain dengan menu, tentu ini menjadi persoalan serius,” ungkap Endrasyah.

Baca Juga  Arif Sitanggang Bongkar Lambannya DPRD Simalungun Tangani Konflik PHK di PT ACPI Sei Mangkei. 

la menambahkan, pengawasan dan evaluasi harus segera dilakukan agar tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan program. Menurutnya, jika ditemukan pelanggaran atau ketidaksesuaian standar, maka pimpinan SPPG terkait perlu dievaluasi bahkan dibebastugaskan demi menjaga marwah program MBG yang menjadi bagian dari visi besar pembangunan sumber daya manusia.

“Bagaimana bisa tercapai apa yang diinginkan negara melalui program ini untuk mencerdaskan anak bangsa jika makanan yang diberikan jauh dari kata bergizi,” tutupnya. Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Rambung maupun instansi terkait di Kota Tebing Tinggi belum memberikan keterangan resmi terkait viralnya unggahan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *